Tuntutlah Ilmu dari Buaian Sampai Liang Lahat

Kegiatan Belajar Sholat di Rumah Cerdas Islami
Kegiatan Belajar Sholat di Rumah Cerdas Islami

Oleh: Ustadzah Mazroatus Sa’adah

Pada peribahasa ini dapat kita pelajari bahwa menuntut ilmu dimulai sejak manusia terlahir di dunia sampai maut memanggilnya. Dan pada bulan ini musim hujan mulai turun. Hampir setiap hari atap rumah pun terguyur hujan entah pagi, siang, ataupun malam bahkan kadang satu hari penuh terguyur hujan. Hujan membawa berkah bagi insan yang dapat mensyukuri kehendak ilahi. Meskipun hujan turun dengan deras, keadaan itu tidak menghambat aktifivas belajar pada anak didik yang telah berbulan-bulan belajar bersama saya dengan ilmu yang sudah saya dapatkan.

Aku bangga sekaligus bahagia. Meskipun di guyur hujan, semangat belajar mereka tak kurang sedikitpun meraka jalani. Mereka tetap belajar dengan diantar orang tuanya. Orang tua mereka pun sangat antusias dalam mendukung kegiatan belajar anak-anaknya agar mereka lebih semangat dan giat dalam belajar.

Disinilah peran orang tua sangat menentukan masa depan anaknya mau diarahkan ke tujuan mana. Pendidikan yang paling utama diraih anak dan mudah diingat adalah pendidikan di keluarga. Hal itu dimulai sejak bayi mungil terlahir dan suara tangisnya pecah memenuhi ruang pendengaran hingga ia belajar mengenal anggota keluarganya. Anak kecil yang tidak tahu apa-apa itu mulai mengenal dunia beserta isinya dari percakapan dan tingkah laku orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu keluargalah yang harus bisa mengarahkan dan memperkenalkan pada anaknya, jika dalam keluarga hubungan suami istri kurang harmonis. Saat orang tua sering bertengkar, apalagi sampai bertengkar di depan anak, dan suami membentak-bentak istri didepan anak , secara tidak disadari anak pun akan terdidik seperti orang tuanya. Bahkan bisa jadi psikologi anak yang akan menjadi taruhannya.

Mengapa demikian, karena sikap orang tua lah yang akan dicerminkan melalui ikatan batin orang tua dan anak. Dan jangan sekali-kali bicara kasar dengan anak yang masih dibawah umur, karena jika orang tua sengaja atau tidak sengaja berbicara atau bertutur dengan nada yang keras, maka hal itu akan memunculkan trauma anak terhadap diri mereka. Semakin lama anak dibentak, bahkan dengan memberikan hukuman fisik kepada anak maka hal itu bagian dari kegagalan pendidikan di keluarga.

Contoh sederhana adalah pada saat saya mengajar pada hari Jumat, dimana pada hari itu biasanya agenda yang kami lakukan adalah sholat berjamaah. Saat itu terdapat salah satu anak yang menolak mengikuti kegiatan praktek sholat. Meski beberapa guru sudah membujuknya, ia bersikeras tidak mau sholat bersama. Alasan ia tidak mau sholat adalah karena dirumahnya pun ia tidak pernah di ajak dan disuruh melaksanak ibadah sholat. Sungguh miris memandang kenyataan ini.

Dari kejadian kecil ini kita dapat belajar bersama bahwa kewajiban belajar menjadi orang yang pandai bukan saja perlu dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang tua. Orang tua jangan berharap terlalu banyak putra-putrinya bersedia mengerjakan ibadah jika diri mereka sendiri tidak pernah melakukannya. Bagaimanapun, sebaik-baik bentuk pendidikan di keluarga adalah keteladanan orang tua dalam member contoh perilaku kepada putra-putrinya.

Orang tua pun harus selalu belajar, baik dalam hal menambah ilmu dan pengetahuan secara umum maupun pengetahuan cara mendidik anak yang baik dan benar. Hal itu selaras dengan pepatah di atas, menuntut ilmu adalah kewajiban manusia sejak dari buaian ibu sampai masuk ke liang lahat. Batas akhir waktu menuntut ilmu adalah ketika nyawa sudah terlepas dari raga dan menyisakan amal-amal perbuatan yang dulu pernah kita lakukan semasa hidup di dunia. Semoga terinspirasi.

About Rumah Cerdas Islami | Pusat Bimbel Islami dan Training Center 42 Articles
Rumah Cerdas Islami (RCI) adalah Pusat Bimbingan Belajar (Bimbel) Islami dan Training Center yang didirikan oleh Yayasan Rumah Cerdas Islami dengan SK KEMENKUM HAM RI No : AHU-0027359.AH.01.04 Tahun 2015. Izin legal formal Rumah Cerdas Islami sebagai lembaga kursus dan pelatihan Nomor : 563/0638/415.21/2016. Adapun maksud dan tujuan Rumah Cerdas Islami adalah sebagi berikut : 1. Bidang Sosial, menyelenggarakan lembaga pendidikan formal & Non Formal 2. Bidang Kemanusiaan, memberikan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat pada umumnya 3. Bidang keagamaan, meningkatkan pemahaman keagamaan serta syiar agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*