Pendidikan Menjamin Cara Berpikir, Bukan Menjamin Nasib

Pendidikan Menjamin Cara Berpikir, Bukan Menjamin Nasib
Pendidikan Menjamin Cara Berpikir, Bukan Menjamin Nasib

Oleh: Ustadzah Jaiyana

Pendidikan akan membuka pikiran dan memperluas cakrawala pengetahuan kita. Hal ini membuat kita sadar akan pentingnya pendidikan. Kita menganggap bahwa pendidikan sebagai prioritas utama yang didambakan. Saat ini banyak orang berlomba-lomba untuk meningkatkan pendidikan, yang awalnya hanya menempuh SMA kini sudah mulai menempuh ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa pendidikan sangatlah penting. Negara Indonesia juga telah menetapkan  bahwa kita wajib belajar selama 12 tahun bukan 9 tahun, ini menjadi perubahan yang baik  dalam dunia pendidikan.

Perkataan dan gaya berbicara serta pola pikir seseorang akan terlihat  sejauh mana pendidikan yang telah ditempuhnya. Jika kita melihat orang besar berbicara maka akan terasa bagaimana cara mereka berbicara dan berpendapat yang dikemukakan. Dan secara tidak sengaja kita akan merasa kagum dan hormat kepada mereka. Oleh karena itu, memang benar anggapan bahwa pendidikan akan mengarahkan manusia kepada keberhasilan namun hal tersebut tidaklah terjadi pada semua orang.

Suatu contoh terdapat dua orang bersaudara seayah dan seibu, sebut saja namanya Santoso dan Yanto. Santoso memiliki riwayat pendidikan hingga ke jenjang S2 dan untuk memenuhi  kebutuhan hidupnya beliau bekerja sebagai penjual jagung bakar. Dalam menjalankan profesinya Santoso sangat kritis dan tanggap terhadap politik serta banyak pelanggannya mengatakan bahwa santoso sering membantu orang yang mengalami kesusahan dalam menempuh pendidikan.

Sedangkan  Yanto  juga memiliki pendidikan yang sama dengan Santoso yaitu hingga jenjang S2. Yanto diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai kepala desa akan tetapi dalam menjalankan tugasnya Yanto tidak melayani masyarakat dengan ramah, bahkan dana pembangunan tidak tereleasi dengan tepat. Masyarakat banyak yang mengeluhkan gaya kepemimpinannya namun Yanto tidak pernah menghiraukannya.

Kedua contoh tersebut terlihat bahwa pendidikan tinggi tidak menjamin nasib seseorang akan tetapi pendidikan tinggi akan menjamin pola pikir seseorang. Semakin tinggi pendidikan yang diperolehnya maka akan semakin baik pola pikirnya. Namun pola pikir yang tertanam selama ini di semua orang bahwa pendidikan yang tinggi  akan mengantarkan seseorang untuk memperoleh nasib yang layak akan tetapi hal tersebut kurang benar dan jarang terjadi.

Hikmah yang dapat diambil dari contoh tersebut  adalah bahwa setinggi apa pun pendidikan yang di peroleh jika tidak di imbangi dengan pola pikir yang baik ibarat pohon tumbuh subur yang tidak berbuah. Semoga terinspirasi.

About Rumah Cerdas Islami | Pusat Bimbel Islami dan Training Center 42 Articles
Rumah Cerdas Islami (RCI) adalah Pusat Bimbingan Belajar (Bimbel) Islami dan Training Center yang didirikan oleh Yayasan Rumah Cerdas Islami dengan SK KEMENKUM HAM RI No : AHU-0027359.AH.01.04 Tahun 2015. Izin legal formal Rumah Cerdas Islami sebagai lembaga kursus dan pelatihan Nomor : 563/0638/415.21/2016. Adapun maksud dan tujuan Rumah Cerdas Islami adalah sebagi berikut : 1. Bidang Sosial, menyelenggarakan lembaga pendidikan formal & Non Formal 2. Bidang Kemanusiaan, memberikan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat pada umumnya 3. Bidang keagamaan, meningkatkan pemahaman keagamaan serta syiar agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*