Membentuk Karakter Anak Melalui Pendidikan

Aktifitas belajar di Bimbel Islami Rumah Cerdas Islami Jombang (38)
Aktifitas belajar di Bimbel Islami Rumah Cerdas Islami Jombang

Oleh: Ustadzah Iin Rahmawati

Dunia pendidikan merupakan wahana yang diasumsikan banyak orang memiliki kemampuan untuk membentuk karakter generasi muda bangsa. Dengan pendidikan manusia menjadi berharga dan terhormat, baik dari sisi sesama bahkan di sisi Tuhan-nya. Lembaga pendidikan apapun pasti memiliki tujuan membangun kepribadian manusia. Oleh karena itu, pelaku dunia pendidikan tidak bisa dipandang mudah dan remeh. Ketika proses pendidikan tidak terlaksana dengan serius dan benar, maka yang terjadi adalah kecurangan-kecurangan mental yang terwujud dalam perilaku keseharian seseorang. Mengapa banyak anak yang cerdas secara fikir tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menunjukan  perilaku yang baik dan bersahaja.

Sejatinya pendidikan bukan hanya berbicara masalah pengembangan nalar, namun yang teramat penting adalah bagaimana pendidikan memberi ruang lebih untuk membangun dan membentuk karakter anak yang lebih bersahaja dan mulia. Sering kali dunia pendidikan dijadikan media mengubah pola pikir orang tua untuk menekan dan membentuk anaknya supaya cerdas berfikir, menghitung dengan cepat dan tepat , dapat membaca dengan cepat dan lancar, bahkan menghafal materi hingga di luar kepala, namun hakikatnya jiwa mereka kering dan gersang,jauh dari nilai ilahiyah(ketuhanan). Padahal setiap anak belum tentu memiliki kemampuan yang sama sehingga tidak heran mereka akan tertekan dan condong tumbuh rasa ketidakpercayaan pada diri sendiri saat melihat kawan-kawannya sukses di bidang tertentu. Akibatnya, anak menjadi pendiam karena merasa dirinya tidak sebanding dengan teman-temanya.

Menyenangkan atau tidak menyenangkan yang tumbuh dalam dirinya sesungguhnya masuk dalam wilayah rasa, sehingga bersifat relatif. Maksudnya, apa yang di rasakan menyenangkan seseorang boleh jadi di rasakan tidak menyenangkan oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya. Kalau dunia ini digambarkan sebagai panggung sandiwara, maka sebenarnya tugas manusia hanyalah memerankan perannya masing-masing sebaik mungkin. Kalau peran Anda adalah sebagai orang tua, maka jadilah orang tua yang terbaik bagi anak dan keluargamu. Jadikan anak-anakmu sebagai rohanimu, terimalah semua anugerah yang diberikan Allah dengan keadaan apapun. Jangan sakiti perasaannya, jangan kendorkan semangatnya, jangan jadikan mereka orang lain, jadikan mereka anak yang sholeh-sholehah untuk membawamu ke surganya Allah. Kalau peran Anda adalah sebagai siswa jadilah siswa yang baik. Laksanakan tugas dan kewajibanmu, sehingga engkau mampu menapaki tahapan-tahapan pendidikan yang baik.

Semata-mata demi prestasi anaknya, orang tua menuntut belajar, belajar dan belajar. Sehingga orang tua seringkali melupakan hak anak untuk bermain, berpendapat, dan mendapatkan kasih saying orang tua. Meski hanya dengan senyuman, berilah mereka kesempatan menunjukkan itu semua bahwa mereka mampu dan bisa yang terbaik untuk ibu dan ayahnya. Syarat utamanya adalah mereka harus yakin dan percaya semua yang dilakukan orang tua mereka bertujuan menjadikan anaknya sebagai anak yang berpendidikan dan berakhlak mulia.

Dengan dukungan dan dorongan semangat orang tua kepada anaknya, anak-anak akan memahami apa sebenarnya hakikat ilmu pendidikan untuk hidup mereka. Dengan komitmen ini maka hidup kita akan tetap berada dalam lingkaran naungan Allah, oleh Allah dan untuk Allah. Kita tinggalkan ego kita karena tak pantas kita menjalankan peran ego masing-masing. Kita sadar bahwa ”laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim‘’. Tiada daya dan kekuatan kecuali Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung.

Dengan komitmen ini pula, ketika kesuksesan menghampiri anak-anak mereka dengan penuh rendah diri dan rendah hati di hadapan Allah kita berucap syukur atas karunia yang di turunkan-Nya dalam keluarga kita. Jika kegagalan menghampiri putra-putri Anda, maka jadikan hal itu sebagai proses ujian bagi orang tua dan untuk lebih memperhatikan masa depan anak-anaknya. Semangat terus bagi orang tua dan guru. Semoga terinspirasi.

About Rumah Cerdas Islami | Pusat Bimbel Islami dan Training Center 42 Articles
Rumah Cerdas Islami (RCI) adalah Pusat Bimbingan Belajar (Bimbel) Islami dan Training Center yang didirikan oleh Yayasan Rumah Cerdas Islami dengan SK KEMENKUM HAM RI No : AHU-0027359.AH.01.04 Tahun 2015. Izin legal formal Rumah Cerdas Islami sebagai lembaga kursus dan pelatihan Nomor : 563/0638/415.21/2016. Adapun maksud dan tujuan Rumah Cerdas Islami adalah sebagi berikut : 1. Bidang Sosial, menyelenggarakan lembaga pendidikan formal & Non Formal 2. Bidang Kemanusiaan, memberikan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat pada umumnya 3. Bidang keagamaan, meningkatkan pemahaman keagamaan serta syiar agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*