Melatih Kesabaran dalam Mendidik Anak Secara Islami

Peringatan Isra’ Mi’raj Bersama Sahabat RCI di MI Bustanul Ulum Rejosari Sumobito
Peringatan Isra’ Mi’raj Bersama Sahabat RCI di MI Bustanul Ulum Rejosari Sumobito

Oleh: Ustadzah Yuwan Ferdian Illahi

Beberapa bulan ini saya mengajar di ruang lingkup pendidikan anak-anak. Ada banyak hal yang telah saya dapatkan dari profesi seorang pendidik, terutama tentang pelajaran kehidupan. Mengajar di bimbel berkonsep Islami adalah hal yang paling menyenangkan buat saya. Mereka memberikan warna baru dalam hidup saya. Mereka membuat saya tertawa, kesal, dan terkadang memaksa saya untuk berfikir keras. Berbagai macam karakter anak telah saya temukan disini. Dari karakter lembut manja sampai yang paling keras membara. Dari sosok penurut sampai yang tidak mudah diatur. Itulah rona pendidikan anak yang berwarna-warni di rongga sanubari.

Setelah beberapa bulan saya mengajar di bimbingan belajar Islami saya baru merasakan tantangan baru yang muncul, yaitu belajar bersabar dalam kehidupan. Kesabaran merupakan kunci utama yang dibutuhkan seorang pendidik. Hingga satu ketika keadaan mengharuskan saya mengajar 5 anak didik. Tidak mudah, namun ini adalah jalan menuju ibadah demi maslahah. Setiap detik yang terlalui adalah nafas bagi seorang pendidik untuk menebar kebaikan terhadap sesame.

Seperti yang telah saya ceritakan, setiap anak pasti mempunyai karakter yang berbeda. Saat inilah saya merasa kesabaran saya sedang diuji. Seorang anak laki-laki yang tampan ikut dalam kelas saya dan saya baru mengetahui bahwa dia mempunyai karakter yang sangat unik dari pada yang lainnya. Dia mempunyai karakter yang lemah lembut dan harus diperhatikan saat belajar. Pada saat itu anak didik yang saya ajar semua anak SD dan anak laki-laki tersebut masih TK-B. Saya bersyukur anak-anak SD yang saya ajar memiliki kepandaian di atas rata-rata sehingga saya bisa melebihkan perhatian saya kepada anak laki-laki tersebut.

Sungguh pengalaman baru untuk saya saat menemani proses belajarnya dengan penuh perhatian. Jika saya menengok sedikit untuk mengajar teman yang lainnya maka dia akan berhenti belajar dan ikut tengak-tengok ke arah lain. Oleh sebab itu saya harus lebih memperhatikannya. Dia menulis dengan kecepatan rendah. Oleh sebab itu saya harus terus mendorong dan memotivasinya agar dia dapat berkonsentrasi lebih baik. Inilah poin penting dalam mendidik anak, mereka harus terus mendapatkan semangat dalam hidup. Bahkan asupan motivasi kehidupan itu sama pentingnya dengan pemenuhan gizi untuk pertumbuhan fisik mereka.

Dari pengalaman mengajar saat itu dapat saya mengambil kesimpulan bahwa seorang pendidik sangat penting memahami karakter anak didiknya. Di dalam satu kelas pasti terdapat karakter yang berbeda-beda dan pendidik juga harus sabar dalam berhadapan dengan anak didiknya. Akan ada saatnya situasi yang menyebabkan guru kuwalahan mengajar karena setiap anak didik pasti ingin cepat menyelesaikan les hari itu. Seorang guru bukan saja harus mampu memberikan nilai tambah dalam pendidikan akademis, tetapi juga melatih kesabaran diri sendiri dan mengendalikan suasana kelas yang tidak pernah bisa diprediksi sebelumnya.

Kita tidak akan pernah mampu mengajarkan makna kesabaran dalam hidup anak-anak sampai kita sendiri mampu menyajikan keteladanan dalam praktek kesabaran di kehidupan nyata. Dan sungguh, kesabaran itu akan terbentuk melalui proses mendidik yang disertai dengan keikhlasan bahwa pemilik ilmu di semesta alam tak lain dan tak bulan adalah Allah Yang Maha Berilmu. Pendidik tidak mampu menanamkan ilmu. Ia hanya perantara. Hanya Dia-lah yang mampu mengantarkan cahaya ke dalam alam berpikir seorang anak melalui ikhtiyar seorang guru dalam wujud sekolah. Semoga terinspirasi!

About Rumah Cerdas Islami | Pusat Bimbel Islami dan Training Center 42 Articles
Rumah Cerdas Islami (RCI) adalah Pusat Bimbingan Belajar (Bimbel) Islami dan Training Center yang didirikan oleh Yayasan Rumah Cerdas Islami dengan SK KEMENKUM HAM RI No : AHU-0027359.AH.01.04 Tahun 2015. Izin legal formal Rumah Cerdas Islami sebagai lembaga kursus dan pelatihan Nomor : 563/0638/415.21/2016. Adapun maksud dan tujuan Rumah Cerdas Islami adalah sebagi berikut : 1. Bidang Sosial, menyelenggarakan lembaga pendidikan formal & Non Formal 2. Bidang Kemanusiaan, memberikan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat pada umumnya 3. Bidang keagamaan, meningkatkan pemahaman keagamaan serta syiar agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*