Belajar Bersabar Melalui Proses Mengajar

Kegiatan belajar para siswa Bimbel Isami - Rumah Cerdas Islami Jombang (6)
Kegiatan belajar para siswa Bimbel Isami – Rumah Cerdas Islami Jombang (6)

Oleh: Ustadz Muhammad Rafli

Jumat malam, saya datang ke Rumah Cerdas Islami. Kedatangan saya untuk menemui Founder dari lembaga bimbingan belajar Islami tersebut, yakni Ustadz Yusuf. Beliau berkata kepada saya kalau saya boleh menjadi ustadz di lembaga bimbingan tersebut. Saya merasa sangat senang dan antusias sekali pada waktu itu sehingga saya bercerita ke kerabat terdekat saya. Itulah awal mula saya menjadi seorang pengajar bagi anak-anak. Meski saya memulai di usia dini, saat ini saya kelas XI SMA, saya tidak merasa rendah diri dibanding para pengajar lainnya.

Senin sore, saya datang sebagai ustadz pada waktu pertama kalinya. Saya merasa canggung di hadapan ustadz dan ustadzah pada waktu itu. Tetapi ustadz Yusuf mengarahkan dan mengajari saya agar tidak malu. Saya pun menjadi berani dan pada waktu itu juga ustadz yusuf menugaskan kepada saya untuk mengajar dua murid. Kedua murid tersebut sangat nakal menurut saya. Akan tetapi, dalam kegiatan belajar dengan saya, mereka menjadi tidak nakal lagi. Entah apa yang membuat mereka menjadi berubah.

Setelah akrab dengan beberapa orang murid, selanjutnya saya mencoba mengakrabkan diri dengan ustadz-ustadzah. Ustadzah yang menurut saya paling ramah pertama adalah ustadzah Betty. Saya mencoba untuk berbasa-basi sejenak dengan beliau. Orangnya sangat ramah sehingga saya beranggapan semua ustadzah seperti itu. Kesan pertama yang sangat baik bagi saya. Selanjutnya, saya mulai menata sikap dan perilaku agar benar-benar mencerminkan karakter seorang pendidik sejati.

Pada hari berikutnya, saya kembali lagi mengajar di Rumah Cerdas Islami. Kali ini saya menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Sebagai seorang pengajar muda, saya harus bisa menenangkan seorang anak yang tiba-tiba menangis dengan histeris. Saya sempat panik. Keadaan ini tidak pernah saya alami sebelumnya. Saya bersyukur kawan-kawan pengajar lain membantu saya mengatasi situasi ini. Ternyata siswa tersebut sedang kehilangan salah satu mainannya dan menunjukkan ekspresi kesedihan melalui tangisan.

Semakin bertambahnya hari saya mulai merasa nyaman berada diantara anak-anak. Hingga pada hari itu saya menerima gaji mengajar untuk pertama kali dalam hidup. Ada kepuasan di dalam hati karena ternyata saya bisa berkarya dan member manfaat bagi orang lain. Kebahagiaan itu membuncah di dada. Saya mulai merasakan sebagian dari suka-duka perjuangan orang tua dalam mencari nafkah untuk anak-anaknya. Saya makin termotivasi dan semakin bersemangat untuk berbagi ilmu disana.

Hari demi hari, ketiga murid saya yaitu Dhimas, Udin, dan Dani menunjukkan perlawanan terhadap perintah saya. Saya bingung terhadap perubahan sikap mereka. Hingga saya mencoba untuk menjadi sahabat sekaligus guru bagi mereka. Secara perlahan mereka mulai belajar kembali dengan tekun. Apapun yang terjadi, Rumah Cerdas Islami adalah rumah ketiga saya setelah rumah saya sendiri dan sekolah. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari sana. Memang benar kata orang bijak, jika kamu ingin menjadi pintar dan sabar, maka mengajarlah.

About Rumah Cerdas Islami | Pusat Bimbel Islami dan Training Center 42 Articles
Rumah Cerdas Islami (RCI) adalah Pusat Bimbingan Belajar (Bimbel) Islami dan Training Center yang didirikan oleh Yayasan Rumah Cerdas Islami dengan SK KEMENKUM HAM RI No : AHU-0027359.AH.01.04 Tahun 2015. Izin legal formal Rumah Cerdas Islami sebagai lembaga kursus dan pelatihan Nomor : 563/0638/415.21/2016. Adapun maksud dan tujuan Rumah Cerdas Islami adalah sebagi berikut : 1. Bidang Sosial, menyelenggarakan lembaga pendidikan formal & Non Formal 2. Bidang Kemanusiaan, memberikan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat pada umumnya 3. Bidang keagamaan, meningkatkan pemahaman keagamaan serta syiar agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*